Kamis, 26 Agustus 2010

Let It Flow


Liana : “argh sargassum, sargassum sede'.”
Muche: “kenapai sargassum?”
April : “dapat betulan ki sargassum.”
Muche: “owh... penelitian iyo?”
Liana : “hu um”

Seperti itulah percakapan singkat sejumlah mahasiswa kimia FMIPA UH angkatan 2007, sesaat setelah meninggalkan ruangan di kuliah perdana mereka semester 7.

Semua berlalu begitu singkat...
Baru saja mahasiswa-mahasiswa ini berbondong-bondong kesana kemari bersama-sama dan dengan sebuah pin kuning polos yang bertengger di pakaian masing-masing.
PIN yang menandakan sebuah status kemahasiswaan yang katanya masih dipertanyakan, mahasiswa yang katanya juga belum tahu apa-apa tentang dunia kampus, mahasiswa yang tertindas oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya 'pelopor perubahan', oknum yang bagai singa kelaparan bagi mereka semua, oknum yang mereka sebut “senior”
Yah, itu dia masa-masa 'mahasiswa baru'
Ternyata, sekarang mantan-mantan maba ini telah melalui suatu perjalanan panjang yang mereka namakan sebuah proses.
Katanya, jika diibaratkan dari metamorfosis kupu-kupu, saat ini mereka telah menjadi kupu-kupu remaja yang akan segera dewasa dan dibiarkan bebas berekspresi sendiri oleh induknya.

Saat ini mereka telah mulai belajar untuk kehidupan dunia kampus yang mencekam, menentukan pilihan masing-masing, apakah ingin menjadi singa juga bagi maba-mabanya, ataukah menjadi malaikat atau bahkan apatis dan memilih untuk mengejar suatu hal yang mereka anggap adalah sebuah kemutlakan, sebuah tujuan dan imbalan atas semua perjuangan yang telah mereka lalui.
Mulai bergelut di dunia penelitian, sebagai tugas akhir dari perjalanan mereka di jurusan itu, untuk sebuah kemutlakan yang mereka sebut “sarjana”

tak ada lagi kata “let it flow”, bagai air... biarkan mengalir
karena semua punya pilihan yang mesti dan mutlak harus mereka pilih. (gym)

Kamis, 19 Agustus 2010

Cuap cuap sedikit

Marhaban ya Ramadhan

Welcome Ramadhan...

ups... salah yah... sudah lewat ternyata sodara sodari...

tak terasa, puasa ke-9 dan tarwih ke-10 telah berlalu...

pukul 23.23 WITA

meski sedikit blank, tapi menyempatkan diri untuk bercuap sedikit di virtual blog ku yang sederhana ini

Ini tentang ramadhan ku tahun ini...
Jadi gini nih.... ternyata ramadhan kali ini adalah ramadhan yang paling spesial dari tiga tahun terakhirku... kenapa bisa??

ini dia jawabannya

lets cekidout!!!!

yang pertama adalah karena bisa merasakan lagi yang namanya tarwih dan sahur pertama bareng family di kampung halaman... sungguh menyedihkan jika mengingat dua tahun berturut-turut harus merasakan nya sendiri di kampung orang lain, tanpa ada ayah ibu nenek dan kakak-kakak... meskipun kelihatannya biasa-biasa saja, tapi yah itu semua tidak lebih dari luapan perasaan yang tak terlihat a.k.a hanya saya yang tahu... dan kebetulan saja, saya sedikit tertutup dengan perasaan sendiri *biasanya*... hehe...

nah yang kedua mungkin masih efek dari ramadhan pertama di rumah, bawaan nya rajin buanget... dari mulai kerja kerja di rumah, bantu bantu dimana mana, ibadah juga *alhamdulillah*... hanya saat sedikit kecapaian, jadinya malas juga *cuma kagak semalas biasanya*

yang berikutnya adalah i have a new family in my virtual world... apa lagi kalo bukan "plurk" mmm, sebuah jejaring sosial yang bisa mengubah pahit menjadi manis, tangis menjadi tawa, kantuk menjadi melek dan lain lain... pokok'e karena plurk, setiap habis sahur dan mata rasa sangat ingin terpejam, segera ambil hape buka plurk, dijamin melek sampe subuh, dan setelah itu terserah anda *iklan woy*. tidak hanya itu, saat diri merasa gundah dan lara, buka plurk ada saja yang bikin perasaan itu menguap dan tak kembali lagi *bahasa kerennya lupa nih*.. meski belum cukup setahun bergabung di jejaring sosial ini rasanya, semua sudah tak asing lagi, rasa tak ingin berpisah dengan my new family there...

namun jujur....
kadang hati ini mengatakan ini sudah ke'lebay'an *bahasa baru yang mungkin tak didapat di KBBI* khususnya tiga bulan terakhir ini... rasanya diri ini terlalu eksis di virtual world.... tapi dilain sisi, hati ini mengatakan, selama semuanya membuat saya nyaman dan tak merugikan siapa siapa *secara masih tetap eksis juga kok di dunia nyata* (sedikit) (haha) why not gitu loh... katanya nih yee... dimana pun kita berada, di dunia mana pun, setidaknya kita harus mencintai dunia itu, jika tak bisa mencintainya, cintai lah salah satu yang ada didalamnya *mungkin orang orangnya bunga bunga di dalam nya, ikan ikan nya atau mejanya* dan jika itu tak mungkin pula apa gunanya kau berada di tempat itu,,, akan lebih baik jika kau mencari dunia yang baru dan bisa kau cintai sepenuhnya

nah, karena saya mencintai dunia virtu saya ini, jadi untuk apa saya mencari dunia lain lagi *kok bahasanya jadi aneh begono yah* (haha)

jadi berhubung judul postingan kali ini adalah cuap cuap sedikit... kita akhiri dulu yah sampai disini...
00.17 WITA

Senin, 16 Agustus 2010

No title (part I)


lara yang menyelimuti diri

duka yang menghempas jiwa

dalam lamun renungku

kucoba tuk hempaskan bayangnya

mencoba mencerna setitik demi setitik duka

duka yang dalam

entah ditoreh oleh siapa

bayang itu tak bisa sirna

setiap detik dia hadir menyelimuti sukma

ingin ku hempaskan diri ini

ingin ku lepas bayang itu

ingin kubuang jauh-jauh rasa itu

namun apa daya

aku belum mampu



*karya tanpa judul oleh manusia aneh yang sedang belajar berpuisi*

Jumat, 23 Juli 2010

don't be sad

selamat menjalani hidup bagi kita semua yang memiliki motivasi yang besar dalam kehidupan ini

Ada sesuatu yang menarik hati untuk kembali merangkai sebuah kata menjadikannya indah dan bermakna disini
bersedih, bukanlah sebuah solusi yang baik
melupakan kesedihan bukan pula hal yang mudah
jadi apa seharusnya yang dilakukan saat hati merasakan apa yang tidak diinginkannya...
pertanyaan yang hampir memenuhi benak saat merasakannya sangat lumrah sebagai seseorang yang normal yang masih bisa merasa dan mencintai


mungkin cinta, yang hampir selalu menjadi alasan kesedihan sadar atau tidak, itulah cinta menurut pandangan kita...
bersiap mencintai artinya bersiap untuk merasakan kesedihan

mengapa seperti itu??
mengapa kesedihan??
tak ada yang mampu menafikan
kita semua pernah bahkan selalu merasakan nya.. namun

tahukah kita, kesedihan yang luar biasa dan dalam jangka waktu yang lama akan sangatlah buruk untuk kesehatan kata dr.Mohammad Ali Toha Assegaf kesedihan seperti
demikian akan memicu terjadinya penyakit paru-paru, menekan fungsi kelenjar dan
mengganggu keseimbangan fungsi hormonal demikian pula halnya dengan pendapat Dr.'Aidh al-Qarni dalam buku fenomenal nya "La-Tahzan"
bersedih: Tak diajarkan syariat dan tak bermanfaat

"dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula bersedih hati (QS.Ali 'Imran: 139)

"janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (QS.At-Taubah:40)

Bersedih hanya akan memadamkan kobaran api semangat, meredakan tekad dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya
Kesedihan dapat membuat hidup menjadi keruh.

Ia ibarat racun berbisa bagi jiwa yang dapat menyebabkannya lemah semangat, krisis gairah dan galau dalam menjalani hidup dan itu akan berujung pada ketidakacuhan diri pada kebaikan, ketidakpedulian pada kebajikan, kehilangan semangat untuk meraih kebahagiaan,dan kemudian akan berakhir pada pesimisme dan kebinasaan diri yang tiada tara..

Mengerikan...
sangat..
apakah kita akan membiarkan diri kita mengalami hal seperti itu??
mungkin sangat jarang orang yang terpikirkan akan pentingnya kesehatan bagi tubuhnya, dan tak menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh kesedihan bagi kesehatan

baik lahir maupun batin...

semoga kita tidak temasuk dalam orang-orang yang tidak sadar itu...

Marilah kita bersama-sama untuk selalu berbaik sangka dalam hidup baik itu pada pencipta kita, maupun semua ciptaan-Nya karena hanya dengan berbaik sangka
kita bisa menutup jendela-jendela kesedihan dalam pikiran dan perasaan kita
minimal demi kesehatan

nah sekarang mari bergembira (dance)...
dan senantiasa mendapat tempat yang membuat kita kelak bergembira di akhirat sana... amiin...

untuk semua saudaraku yang ku cintai karena-Nya...

Kamis, 15 Juli 2010

Love Love Love


sedikit terbersit rasa yang tak biasa saat membaca sms ku hari itu
entah ini kualami ataukah telah kurasakan...
tapi hingga saat ini istiqomah untuk hal tersebut, masih kupegang...
syukur Alhamdulillah...

Hari ini aku hanya ingin berbagi apa isi dari sms itu,
agar kita semua bisa belajar,
semoga bermanfaat...

"bila dirimu sedang menunggu seseorang
untuk menjalani kehidupan menuju ridho-Nya,
bersabarlah dengan keindahan..

demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan,
ketampanan,
kepintaran
ataupun kekayaan.
Tapi Allah-lah yang menggerakkan.

Jangan tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan

Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untuk mu

Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?

simpanlah segala bentuk ungkapan cinta
dan dekap di hati rapat rapat,
Allah akan menjawabnya dengan lebih indah disaat yang tepat...

semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan pada kita
untuk selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya
amien ya Rabb"

Senin, 28 Juni 2010

this is the simple me

Ingin bercerita tentang masa-masa ketika saya masih lugu dan sangat pemalu tapi tetap manis lah hehe dengan seragam putih abu-abu yang kadang kedodoran. Tak terasa sudah kurang lebih tiga tahun menanggalkan seragam itu, tapi *rasanya baru kemarin*. Ini adalah perasaan yang kadang menggorogoti jiwa saat teringat akan waktu *rasanya baru kemarin*, sedikit sedikit *rasanya baru kemarin*. Ternyata waktu memang sudah sangat cepat berlalu. Tapi saya tak ingin bercerita tentang waktu disini...

Baru beberapa saat setelah membuka lembar demi lembar coretan-coretan tangan ini saat masih berstatus siswa SMA. Diri ini sadar ternyata dari dulu saya memang pandai merangkai kata (haha) memuji diri sendiri dulu lah. Begitu banyak kejadian yang tak mampu terekam oleh ingatan yang saya miliki. Untung ada tulisan yang mampu mengingatkan dan membuat saya kadang tersenyum-senyum sendiri bahkan sampai tertawa terguling-guling saat membacanya *
lebay mode on*

oke lets begin!!!! (bringit)

Pagi itu, seperti biasanya, setelah terbangun lebih tepat dibangunkan paksa aku mulai tergesa-gesa untuk segera berangkat ke sekolah. Entahlah mengapa saat pagi datang mata seperti ingin terpejam saja terus menerus, kepala terlem di bantal dan badan seperti terikat di kasur (doh). Dan akan segera bangun setelah terdengar teriakan 'wooii sudah jam setengah tujuh mau ke sekolah tidak!!!'

Woh 06.30, bel bunyi 07.30, jarak rumah dan sekolah lumayan jauh, angkot normal 30 menit, belum kalo angkotnya singgah-singgah ambil penumpang (doh). Bagaimana tidak dikenal ma guru-guru "
si tukang telat"

Lanjuut...
Pagi itu setelah bersiap-siap dengan sangat tergesa-gesa, merasa semua telah siap dari pakaian hingga bawaan *
tas dan sebagainya* beranjaklah aku untuk segera menunggu angkot

di dalam angkott
beberapa menit sebelum sampai di sekolah, biasanya sudah menyiapkan uang buat bayar angkot, waktu itu kalo tidak salah 1000 rupiah.. Baru teringat, perasaanku mulai tak enak... Yak!! aku lupa bawa uang...
maaa... seribu rupiah pun, bahkan seratus rupiah pun tak ada,
Ya Allah, jarak untuk sampai di sekolah tinggal beberapa menit lagi, di dalam angkot tinggal aku berempat sama supir, aku, musuh bebuyutan saat SD dan ayah dari musuh bebuyutan itu...
Apa yang harus kulakukan , meminjam padanya? ogah mana ada ayahnya lagi... Setelah satu menit memutar otak, ku pastikan aku jujur saja!!!

sampai di depan sekolah
aku turun dengan jantung yang berdebar tidak seperti biasanya.. setelah melihat sekilas penumpang yang tersisa dan dengan memasang muka yang lugu aku langsung memberitahu pak sopir:
"Maaf Pak saya lupa bawa uang, besok saya bayar"
ngacir..

tak sanggup lagi melihat ekspresi mereka...

Oh tuhan, betapa hari yang memalukan..
Bukan hanya itu saja.
Pernah sekali aku naik angkot, ditengah jalan pulang ke rumah, kaca belakang angkot yang aku tumpangi pecah, runtuh. Sepanjang jalan di tertawai oleh-oleh orang-orang yang sempat melihat kami yang ada di dalam angkot itu. Bagaimana tidak, para pelajar-pelajar ini menumpangi angkot tanpa kaca belakang, kasihan, mungkin dipikiran mereka tak ada lagi angkot lain yang bisa kami tumpangi..


Tapi dari sebagian besar kejadian itu saya dapat mengambil sedikit ibroh, setidaknya untuk tidak malu mengatakan sebuah kejujuran. Yah menempatkan malu pada tempat yang sesuai. Karena malu memang punya tempat sendiri, itulah sebabnya putri malu hanya mengatupkan daunnya saat disentuh.. (^_^)

Senin, 21 Juni 2010

12 Kebiasaan produktif sehari-hari jika dilakukan dengan baik dan rutin

  1. Sediakan lebih banyak waktu untuk membaca dan sediakanlah waktu 15 menit untuk memikirkan dan mengendapkan bacaan
  2. Luangkan waktu selam 20 menit dalam sehari untuk menyendiri dan merenung (baiknya sebelum shalat subuh)
  3. Pertahankan stamina spiritual melalui ibadah mahdah yang rutin
  4. Jagalah kondisi fisik
  5. Tingkatkan apresiasi melalui seni dan alam
  6. Buatlah rencana perjalanan wisata
  7. Luaskan wilayah pergaulan
  8. Tingkatkan kontrol terhadap pikiran-pikiran yang memenuhi benak
  9. Biasakan mencatat gagasan secara teratur
  10. Biasakan lebih banyak diam dan mendengarkan daripada berbicara
  11. Kontrol emosi agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh sanjungan dan kritikan
  12. Lakukan latihan pernafasan secara teratur


(Model Manusia Muslim Pesona Abad ke-21 oleh H.M. Anis Matta Lc.)

Minggu, 20 Juni 2010

tentang waktu


Waktu adalah hal yang menarik untuk diperbincangkan ataupun dikaji secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Bagaimana tidak, kita hidup karena waktu, segala hal akan menjadi bermakna karena waktu dan momen yang tepat. Alangkah ruginya kita sebagai umat manusia yang tidak menghargai keberadaan waktu yang diberikan kepada kita. Nah sebelum melanjutkan terlebih jauh, kita perlu untuk mengetahui arti dari waktu itu sendiri. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian.

Selebihnya waktu biasa di kiaskan bagai uang, dan sesuatu yang tidak akan bisa kembali lagi bagaimanapun caranya. Manajemen waktu yang baik adalah kunci kesuksesan bagi seorang manusia. Namun sudah lazim kita dengar tentang fenomena membuang-buang waktu, baik itu dalam kegiatan-kegiatan formal misalnya musyawarah/rapat, kuliah, kerja, maupun dalam kegiatan nonformal seperti janjian dengan teman.
Ini khususnya saya maksudkan dalam lingkup kita di Indonesia, jangankan pegawai negeri, aparat negara hingga petinggi-petinggi yang memegang tonggak legislatif dan eksekutif dinegara ini sangat tak bisa lepas dari fenomena ini. Hanya segelintir orang yang menyadari betul makna dari menghargai waktu.

Memang sangsi, jika ingin berbicara tentang banyaknya waktu yang terbuang hanya untuk sebuah hal-hal sia-sia seringkali tidak disadari oleh person itu sendiri. Jika ingin bercermin dari beberapa negara maju dan berkembang saat ini, hingga hal-hal yang kita * orang Indonesia * mungkin anggap sepele, ternyata menjadi kewajiban dari pihak pemerintah untuk menindak lanjutinya, misalnya saja penetapan sanksi yang berupa denda bagi warga Jepang yang terbukti membuang waktu *dalam hal ini keterlambatan*. Begitu besar penghargaan mereka terhadap waktu, sangat berbeda dengan kita yang lebih menyukai untuk berleha-leha mengerjakan hal-hal yang tak bermanfaat sekali pun *tanpa disadari*. Menurut pribadi saya, hal ini bisa diakibatkan karena faktor keluarga dan lingkungan, sangatlah berbeda jika seseorang anak dididik dengan kedisiplinan terhadap waktu dengan yang terbebaskan.

Anehnya semakin kita menyatakan sebuah statemen tentang makna dari menghargai waktu, semakin kita apatis. Sebagai mahasiswa, saya pun seringkali merasa canggung tentang apa yang ada dalam pikiran saya dan fakta yang terjadi saat ini. Dalam setiap kegiatan akademik misalnya, selalu terhambat pada masalah kurangnya manajemen waktu, dari begitu banyaknya dosen yang mengajar hanya beberapa yang konsisten terhadap waktu, entah itu alasan kesibukan yang lain ataupun alasan lainnya. Mungkin pada saat berlangsungnya proses perkuliahan, kita tidak terlalu menuntut sebuah hal yang perfect *datang tepat waktu* karena memang kebanyakan mahasiswa lebih senang jika dosennya terlambat, malah banyak yang berharap dosennya tidak masuk. Tidak melebih-lebihkan, tapi seperti itulah keadaan disekitar kita saat ini. Tak berbeda jauh dengan kegiatan-kegiatan organisasi, hingga saat ini, selama tiga tahun berada di dunia kampus, saya belum pernah melihat ada kegiatan formal organisasi yang konsisten waktu.

Bukan masalah yang paling penting disini sebenarnya, akan tetapi solusi yang diharapkan bisa membantu untuk penyelesaian masalah yang ada saat ini. Ada sebuah kondisi memang dimana sebuah masalah dianggap rumit dan harus segera diselesaikan namun sangatlah tidak mungkin jika hanya segelintir orang yang menyadarinya. Masalah waktu, mungkin hanya sebagian orang yang menganggapnya sebagai masalah, karena menurut mereka itu masih wajar-wajar saja, meskipun saya bisa pastikan bahwa semua pernah sakit hati karena kelalaian akan konsistensi waktu, baik itu dalam masalah akademik, organisasi, maupun mengenai kebiasaan sehari-hari. Namun bagaimanapun tanggapan seseorang tentang hal ini, tetap menjadi penting bagi kita untuk setidaknya memikirkan trik-trik yang bisa dilakukan untuk meminimalisir masalah waktu.

Memahami hakikat pentingnya menghargai waktu pun tak lepas dari firman Allah di QS 103:1-3
yang artinya “demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”

Betapa tidak kita sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain diberi petunjuk yang amat sangat dahsyat sebagaimana yang tertoreh di ayat sebelumnya. Kerugian, dalam kamus ekonomi sama sekali tidak diharapkan. Didunia saja seorang manusia tak ada yang berharap untuk rugi, terlebih jika kerugian untuk akhirat. Dengan mengetahui bagaimana pentingnya menghargai waktu, kita akan sedikit demi sedikit menanamkan dalam diri kita pribadi untuk selalu menggunakan waktu sebaik-baiknya. Menunda-nunda sebuah pekerjaan adalah hal yang sangat merugikan. Karena waktu untuk melakukan sesuatu pada dasarnya telah teratur sendiri, sehingga jika salah satunya ditunda, maka pekerjaan yang lain akan ikut tertunda pula.

Olehnya itu marilah kita mencoba untuk menanamkan pada diri kita akan pentingnya manajemen waktu, karena manajemen waktu adalah kunci untuk mencapai kesuksesan, baik dunia maupun akhirat. Begitu banyak buku dan artikel yang menyediakan tips-tips mengenai bagaimana mengatur waktu, namun tak akan berarti apa-apa jika kita sendiri tak mempunyai komitmen untuk itu. Dan yang terpenting adalah doa, ikhtiar dan doa yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula.

Lihat Juga