Senin, 31 Mei 2010

menjadi berharga



my favorite words


never take someone for granted,

hold every person close to your heart

because you might wake up one day

and realize that you've lost a diamond

while you're too busy collecting stones
....



(worship) for all my friends, who always besides me
when I got weakness and problems, I'm sorry for all my mistakes that I've done,
I hope you can always be diamond around me..


and for someone, thanks for being my brother,
but I know you won't be a diamond so I let you always be a stone,
here and wherever you are...







Senin, 24 Mei 2010

Untuk Direnungkan


Malam kelam

mencari setitik cahaya

dalam hati yang tertoreh penuh makna

disetiap sujud diri mengaku menghambakan diri

Masih adakah sebuah tempat dihati

yang bagai setitik cahaya dalam kegelapan malam

Entah ini nyata atau fatamorgana

Hati hampa mengharap sebersit kedamaian

kedamaian ilahiyah puncak dari segala kedamaian

Ingin hati ini mendamba-Nya

setiap detik merasa keberadaan-Nya

berpeluh dengan rindu-Nya

merasakan indah dalam dekapan semu

Harapan akan tentramnya hati saat mengingat-Nya

Harapan akan cinta abadi, cinta sejati, cinta hakiki...

Ya Allah, izinkan hati ini mencintai-Mu..

Hari ini, esok dan untuk selamanya...

Kamis, 18 Maret 2010

Why I'm here?


Terinspirasi dari seorang teman...

mengapa Allah menciptakan kita namun kemudian mematikan kita? jika keberadaan kita didunia hanya untuk sebuah kematian, untuk apa? untuk apa kita hidup didunia ini?
Allah sama sekali tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak bermakna, Allah sama sekali tidak menciptakan sebuah kesia-siaan, manusialah, yang karena kesombongan yang ada dalam hatinya, membuat semuanya menjadi berbeda, karena kemalasannya, dan menjerumuskan diri dalam kemunafikan yang tak kita sadari...

Mengapa aku ada?

aku ada karena aku diciptakan

aku diciptakan agar aku mengerti

aku mengerti bahwa aku disini untuk sesuatu tujuan

aku ada karena aku terpilih diantara banyaknya pesaing

aku menang diantara mereka

yah akulah pemenangnya

setelah aku terpilih, apakah aku harus diam saja

saat orang terpilih lainnya berlomba-lomba meraih cinta dan rahmat-Nya

sementara aku, dengan semua keterbatasan yang kumiliki, aku tetap diam

dan memikirkan sesuatu yang seharusnya tak aku pikirkan

yah, memikirkan "mengapa aku ada"

aku tak ingin menjadi orang munafik bagi diri sendiri

tetapi, saat terdiam dan merenungkan segalanya

memikirkan sebuah pertanggungjawaban di akhirat

mampukah aku melepaskan diri dari semuanya?

mungkin tidak, jika semuanya tidak berubah dari sekarang

yah aku harus mengubah sesuatu yang seharusnya berubah

karena berubah menjadi lebih baik adalah dambaan semua insan

memantapkan hati

aku ada karena aku berarti

dan aku akan selalu membuat diriku berarti...

Selasa, 09 Februari 2010

Untuk Direnungkan



Untuk semua saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah, sungguh kehidupan dunia sangat-sangatlah singkat, dunia hanya persinggahan sejenak untuk melanjutkan perjalanan kita ke kehidupan berikutnya... Apakah kita menyadari hal itu? Apakah saat ini kita siap meninggalkan dunia yang penuh fatamorgana ini? Semoga postingan berikut ini bisa menambah ghiroh kita untuk selalu beribadah kepada-Nya... Amiin..



Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.


Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH. Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

"Sholatlah sebelum engkau disholatkan"


Postingan ini diambil dari sebuah catatan FB, untuk direnungkan, semoga kita tidak menjadi orang yang rugi di akhirat kelak, berbahagia di dunia sama sekali bukan jaminan mutlak kita bisa berbahagia di akhirat... Marilah kita bertekad bersama-sama untuk tidak melalaikan semua kewajiban kita, agar bisa mendapatkan kebahagiaan abadi yang telah dijanjikan_Nya...

Senin, 02 November 2009

Forever Islam




Islam, secara harfiah: ketundukan, penyerahan diri, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, namun dalam konteks agama: penyerahan diri sepenuhnya dan ikhlas kepada Tuhan semata. Dalam islam, Allah adalah Sang Pencipta dan yang lain adalah ciptaan, keduanya terpisah, tak pernah bertumpang tindih, artinya pencipta bukan ciptaan, separuh manusia, separuh Tuhan, atau sejenisnya. Sebaliknya, ciptaan tidak memiliki sifat dan atribut Sang Pencipta.

Ada tiga agama yang disebut sebagai agama samawi, atau lazimnya juga disebut sebagai “tiga agama Ibrahim”, yakni Islam, Nasrani (Kristen) dan Yahudi. Faktor-faktor sejarah tertentu telah menyebabkan evolusi agama. Yudaisme muncul setelah nabi Isa datang untuk mengajak rakyat Israel untuk menyembah Tuhan dan menerimanya sebagai utusan-Nya. Akan tetapi, sebagian orang, meskipun pengikut taat Nabi Musa, menolak ajaran Nabi Isa, sehingga menjadi kaum yang ingkar dan membentuk apa yang sekarang disebut Yudaisme. Mereka masih menunggu Almasih, meskipun dia sudah datang dalam wujud Nabi Isa. Agama Kristen dimulai ketika Nabi Isa diutus kepada rakyat Israel, dan pengikutnya menerima ajarannya dan menyembah Tuhan semata, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Isa. Akan tetapi, setelah misinya selesai dan Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan, gagasan trinitas diperkenalkan, yang didalamnnya Nabi Isa atau Yesus dikatakan menjadi salah satu dari tiga Tuhan. Paul, yang tak pernah bertemu Yesus atau melihatnnya selagi hidup, adalah orang pertama yang mengajarkan konsep ini, dan sejalan dengan waktu, konsep ini dianut resmi oleh gereja-gereja Kristen.


Akan tetapi, pada waktu itu, masih ada umat kristen monoteistik yang menentang perubahan dalam agama. Mereka menentang ajaran baru tentang ketuhanan Yesus, dengan kukuh meyakini ajarannya bahwa Yesus adalah seorang nabi. Lama setelah Yesus tiada, kompilasi Alkitab dimulai, dan kitab ini mengalami banyak perubahan, menghasilkan beberapa versi yang masih digunakan saat ini. Namun tak satupun mengandung ajaran Yesus yang lengkap dan akurat. Alkitab ini digunakan untuk mengajarkan ketuhanan Yesus, meskipun Yesus tidak pernah menyaksikan atau mengawasi penyusunannya, bahkan dia tidak ada didunia ketika ketuhanannya diajarkan. Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinhya sebagai tuhan.


Ketika Muhammad, nabi dan utusan terakhir yang dikirim Tuhan kepada umat manusia, datang untuk mengajak umat kembali kepada agama yang diajarkan Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, orang-orang segala bangsa, ras, bidaya, dan agama, termasuk Kristen dan Yahudi, menerima ajarannya, dan islam menjadi agama yang tumbuh paling pesat di dunia dan tetap demikian sampai hari ini. Akan tetapi, seperti sebagian orang yahudi pada zaman Yesus, sebagian orang menolak Nabi Muhammad sebagai utusan Tuhan dan terus menyebarkan dan berpegang pada ajaran lama, yaitu agama Kristen. Dengan demikian, mereka menjadi kaum yang ingkar karena menolak utusan Tuhan.

Sebagian orang membuktikan ketuhanan Yesus dengan mengacu pada mukjizat yang diperbuatnya. Akan tetapi, semua utausan Tuhan mempertunjukkan mukjizat dengan izin Tuhan untuk membuktikan kebenaran ajaran dan bahwa mereka bukan nabi palsu. Bukti fakta ini masih bisa ditemukan dalam Alkitab, yang mengutip Yesus ketika bersabda, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Yohanes 4:48). Tuhan menegaskan dalam Al-Quran bahwa mukjizat hanyalah tanda-tanda dari Tuhan ketika Dia menyebutkan ucapan Isa, “Sesungguhanya, aku telah datang kepadamu dengna membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu…” (QS Ali Imran 3:49). “Ajaranku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu apakah ajaranku ini berasal dari Allah, ataukah dari diriku sendiri” (Yohanes 7:16-17).

“Dan aku datang bukan atas kehendakku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasaku?” (Yohanes 8:42-43). “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri (Yohanes 5:30). Bukankah mengherankan dan menyesatkan jika Tuhan yang Mahasuci dari kekeliruan, awalnya memberi tahu manusia melalui Nuh, Ibrahim, Musa, dan para Nabi lain bahwa menyembah-Nya semata adalah satu-satunya jalan ke syurga, tapi kemudian Dia berubah pikiran ketike mengirim Yesus nabi-Nya, dengan menyeru manusia untuk menyembah manusia disamping menyembah-Nya sebagai satu-satunya jalan ke syurga, padahal menurut pesan para nabi sebelumnya, itu adalah jalan ke neraka.

Barangkali mereka yang percaya pada perubahan pesan itu berarti menuduh Tuhan berdusta dan berubah ‘pikiran’, harus merujuk Alkitab yang masih memuat firman ini : “Allah bukan manusia, sehingga Dia berdusta, juga bukan anak manusian, sehingga Dia menyesal (Bilangan 23:19). Untuk menutup bagian ini, yang terbaik adalah dengan mengungkapkan firman Allah dalam kitab terakhirnya, Al-Quran : “Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu , janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS Ali Imran 3:60).

Dengan menjadi Muslim, setiap orang akan kembali kepada agama yang dimaksudkan Tuhan untuk setiap manusia, dan kembali kepada ajaran yang dipraktikkan oleh Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad, serta para nabi dan rasul sebelumnya. Lebih jauh, dengan menjadi muslim, seseorang melakukan satu-stunya bentuk pengabdian atau penyembahan yang diterima Tuhan, Allah berfirman dalam Al-Quran yang terjemahannya sebagai berikut, “Barang siapa mencari agama selain Islam, maka dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi” (QS Ali Imran 3:85).

Jadi, alasan mengapa setiap orang harus menjadi Muslim menjadi jelas. Islam adalah satu-satunya jalan yang menjamin seseorang terhindar dari kerugian mutlak di akhirat, yaitu api neraka. Ketika seseorang menerima Islam dan mati dalam keadaan Muslim, dia dijamin masuk syurga. Sementara jika seseorang mati dalam keadaan bukan muslim, tempat kembalinya adalah neraka abadi, kalau dia pernah mendengar Islam pada masa hidupnya seorang muslim yang mati membawa dosa kemungkinan dimasukkan ke dalam neraka untuk pembersihan jika Allah menghendaki demikian, api dia tidak akan selamanya disana, karena sudah memenuhi persyaratan minimal yang ditentukan Tuhan bagi manusia untuk masuk syurga, yaitu mati dalam keadaan Islam. Sebaliknya, tak peduli betapapun baiknya perilaku seorang nonmuslim, betapapun dia mengaku mencintai Allah, dia tak akan pernah masuk syurga, karena penerimaan akan keberadaan Tuhan dan pengakuan cinta kepada-Nya saja tidak cukup untuk mendapatkan pengampunan Tuhan, seperti difirmankan dalam Al-Quran, “katakanlah (Muhammad): ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Ali Imran 3:31)


Tak ada kata terlambat untuk menjadi seorang muslim Karena tak seorang pun yang tahu kapan dia akan mati, dan menunda kesaksian akan membahayakan jiwanya. Apapun alasannya, islam tetap adalah satu-satunya agama yang benar.

SURAT CINTA TERBUKA

Sahabat, apa kabar ? Semoga Allah, Sang Kekasih Sejati senantiasa memayungimu dengan rahmat-Nya. Sesungguhnya, limpahan cinta-Nya kepada segenap makhluk, begitu melimpah, tanpa batas. Oleh karena itu, letakkan jemari pada jantungmu, rasakan degubnya setiap saat. Adakah asma-Nya berdegub bersama aliran darahmu? Ia telah melukis kuasa-Nya pada wajahmu sehinggatercipta sebaik-baik rupa. Letakkan jemari pada hatimu dan akalmua, rasakan pelita ilmu dan hikmah yang menyala setiap waktu sehingga tercipta dunia yang indah tiada tara. Siapakah Ia Sang Pencipta? Yang meletakkan jantung hati dalam rongganya dan meniupkan ruh-Nya

Siapakah Ia Sang Pencipta? Yang telah meletakkan hikmah dan ilmu dalam wadahnya dan meniupkan cahaya-Nya.
I
a sungguh tak tertandingi dengan seseorang yang telah engkau letakkan padanya cinta sematimu.
Ia sungguh tak tertandingi dengan seseorang yang telah merampas rindumu setiap waktu. Apakah yang mengalir dalam nadimu saat menyandingkannya dengan-Nya? Degub nafsu dan keinginan meluap untuk memiliki, untuk menguasai, sepenuh-penuhnya.

Sahabat, cinta pada selain-Nya adalah semu belaka. Seperti fatamorgana. Benarkah ia sepenuhnya mencintaimu? Menerimamu apa adanya? Mendambamu walau engkau
mengecewakannya?

Benarkah cintanya setinggi gunung Fujiyama, sehingga untuk mendapatkan balas kasihmu, lautan berapi rela ia seberangi? Benarkah janji-janjinya bahwa ia ingin tetap berada disisimu apapun yang terjadi, meskipun topan badai menghadangmu walau kau senantiasa menyakitinya?

Tentu tidak. Sebab ia sebagaimana dirimu, hanya menginginkan jasad dan duniamu belaka. Ia mengnginkan sepenggal kesemuan yang terpancar indah dari ragamu. Percayalah, semua itu hanya angin belaka.

Adakah cinta sejati padamu dan dia tanpa karunia dari-Nya? Tentu tidak. Sebab cinta sejati adalah cinta dalam ketaatan pada-Nya, cinta sejati adalah menyatukan rasa dalam syariat-Nya.Percayakah engkau bahwa Ia tak pernah menghianati cinta kita, walau kita jarang menjenguk-Nya.
Percayakah engkau bahwa Ia selalu memberikan yang terbaik walau kita tak sejenakpun merindukan-Nya. Percayakah engkau bahwa Ia selalu menatap kita jenuh cinta walau kita tak sedetikpun bersujud pada-Nya. Sesungguhnya, kegembiraan-Nya menyambut seorang hamba yang bertaubat, lebih marak rasa yang terpancar dari seorang pengmbara yang menemukan kembali keledai dan perbekalannya, sementara ia dalam keadaan letih, lapar dan mengantuk. Selangkah kita mendekat pada-Nya, seribu langkah Ia mendekat pada kita.

Subhanallah

Sahabat, inilah janji-Nya pada kita makhluknya:

“Wahai anak adam, kenapa engkau tidak memperhatikan Aku? Tahukah engkau berada dalam pengawasan mata-Ku dalam kesepianku, dan kala nafsumu bergejolak. Ingatlah aku dan mintalah kepadaku agar aku cabut nafsu itu dari hatimu dan Aku pelihara engkau dari berbuat maksiat kepada-Ku dan Aku jadikan engkau benci kepada perbuatan itu. Akan aku mudahkan engkau menaati-Ku. Akan aku jadikan engkau cinta kepada ketaatan itu serta Aku jadikan dia indah dalam pandanganmu. Wahai anak adam, Aku hanya menyuruhmu agar supaya engkau meminta pertolongan kepada-Ku dan berpegang erat kepada tali agama-Ku, bukan untuk durhaka kepada-Ku dan berpaling dari-Ku. Dan jika tak begitu Aku akan menjauh diri darimu. Aku sebenarnya tidak memerlukan engkau dan engkaulah yang memerlukan Aku. Aku telah menciptakan dunia ini dan aku memudahan dia untuk memenuhi keinginanmu, tidak lain supaya engkau bersiap-siap untuk menemui-Ku dan engkau membawa perbekalan darinya, agar supaya engkau jangan berpaling dari-Ku dan kekal diatas bumi.

Ketahuilah olehmu, bahwa negeri akhirat itu adalah lebih baik bagimu daripada dunia ini, oleh sebab itu lebih baik bagimu daripada dunia ini. Oleh sebab itu, janganlah engkau pilih dari yang telah Aku pilihkan untukmu, dan janganlah engkau benci menemui-Ku, aku pun akan benci menemuinya, dan siapa saja yang rindu bertemu dengan-Ku, Akupun rindu menemuinya.” (Hadist Qudsi)

Sahabat,
Begitu indah janji cinta-Nya, jauh banget dari cinta syahwati yang kerap kali kita rasakan ketika melihat seseorang berwajah indah didekat kita. Jauh sekali dari cinta ragawi yang kadangkala lebih banyak menyakiti hati, jiwa dan raga.
Usia kita terbatas sahabat, Alangkah merugi jika kita memberikan cinta kita seluruhnya pada seseorang yang tak semestinya.

Cintailah manusia yang kau cinta secara sederhana

Cintailah bunga-bunga yang menawan secara sederhana

Cintailah kehidupan yang berlmpah kenikmatan secara sederhana

Cintailah apapun secara sederhana

Karena masih ada cinta yang teramat istimewa, yakni cinta pada Sang pemilik CINTA, Allahu Subhanahu Wa Ta’ala..

Teramat rugi jika engkau mengabaikannya.

Rabu, 14 Oktober 2009

keep smile



















Kenapa harus keep smile yah????

Ternyata, senyum itu memiliki pengaruh yang sangat besar bagi semua orang yang ada disekitar kita......

Senyum, sangat berpengaruh terhadap psikologi seseorang... baik yang memberi senyum, ataupun yang diberi senyum..

Kenapa bisa?????

yah pokoknya begitu deh... hehehe...
kalo ditilik dari kacamata islam, semua pasti tahu, kalo senyum itu ibadah sunnah.

so why not gitu loh......

just keep smile for everything.........

Untuk direnungkan

“Tuhanku

jika kupuja Engkau karena takut pada neraka,

bakarlah aku didalamnya,

dan jika kupuja Engkau karena mengharapkan surga,

jauhkanlah aku daripadanya.

Tetapi jika Engkau kupuja semata-mata karena Engkau (Ridho-Mu),

maka janganlan sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal itu dari ku.”


Rabiah Al-Adawiyah
Basrah, Irak 713-801 H

Lihat Juga