Tampilkan postingan dengan label islam forever. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam forever. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

dunia vs akhirat

what? bangga karna rajin solat 5 waktu? ha-ha-ha.. solat itu KEWAJIBAN bung! yg ada tuh malah mesti malu klo gk solat ato bolong2.
coba bayangkan!
sehari kita punya 24 jam. kita diwajibkan sholat 5x. misalkan solat 10 menit, jd dlm sehari hanya 50 menit dr 24 jam. tidak cukup sejam itu loh.
dan coba ingat!
kita rajin melaksanakan kewajiban saja belum tentu kita bisa mendapatkan rahmat-Nya. apatah lagi kalau tidak?
jadi ngapain bangga karena rajin melaksanakan kewajiban? padahal kan ceritanya kita cuma melunasi utang. bukan begitu?

Rabu, 01 Desember 2010

terang saja

ada yang aneh disini
tepat disini *tunjuk tunjuk hati*
entah apa itu

ada sesuatu yang sedang tak berada pada tempatnya
perasaan yang tak ku inginkan sebenarnya

jika ada yang bertanya "indah kah perasaan itu?"
akan kujawab "tidak, sama sekali tidak"

kenapa seperti itu?
karena aku tak sedang bermain main

teringat saat aku masih kecil dulu...
duduk diam, atau keluar menatap langit
aku sangat menyukai kedua hal itu
menatap langit malam
entah itu dengan atau tanpa bintang

berjalan menyusuri tepian jalan
rutinitas ku tiap sebelum magrib dan sehabis isya
bercanda ria dengan mereka
yang sekarang entah dimana

mesjid itu adalah saksi kami
antara magrib dan isya
ada saja hal hal yang berkesan
mengaji bersama
mendengar kan nasehat guru itu
seorang panutan buat ku

aku ingat pada suatu hari
senja di ufuk timur
dan aku masih disana belum beranjak juga
entah apa yang kucari
apa yang kutunggu
berpikir, apakah akan ada hari seperti ini lagi
hari dimana aku bisa dengan puas puasnya melihat langit
tanpa beban
tanpa gangguan
hanya kicauan burung yang mengiringi senja hari itu

terang saja
aku sangat merindukan suasana itu
aku merindukan hari itu
hari saat hati ini serasa sangat ringan
tak seperti hari ini...

Senin, 02 November 2009

Forever Islam




Islam, secara harfiah: ketundukan, penyerahan diri, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, namun dalam konteks agama: penyerahan diri sepenuhnya dan ikhlas kepada Tuhan semata. Dalam islam, Allah adalah Sang Pencipta dan yang lain adalah ciptaan, keduanya terpisah, tak pernah bertumpang tindih, artinya pencipta bukan ciptaan, separuh manusia, separuh Tuhan, atau sejenisnya. Sebaliknya, ciptaan tidak memiliki sifat dan atribut Sang Pencipta.

Ada tiga agama yang disebut sebagai agama samawi, atau lazimnya juga disebut sebagai “tiga agama Ibrahim”, yakni Islam, Nasrani (Kristen) dan Yahudi. Faktor-faktor sejarah tertentu telah menyebabkan evolusi agama. Yudaisme muncul setelah nabi Isa datang untuk mengajak rakyat Israel untuk menyembah Tuhan dan menerimanya sebagai utusan-Nya. Akan tetapi, sebagian orang, meskipun pengikut taat Nabi Musa, menolak ajaran Nabi Isa, sehingga menjadi kaum yang ingkar dan membentuk apa yang sekarang disebut Yudaisme. Mereka masih menunggu Almasih, meskipun dia sudah datang dalam wujud Nabi Isa. Agama Kristen dimulai ketika Nabi Isa diutus kepada rakyat Israel, dan pengikutnya menerima ajarannya dan menyembah Tuhan semata, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Isa. Akan tetapi, setelah misinya selesai dan Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan, gagasan trinitas diperkenalkan, yang didalamnnya Nabi Isa atau Yesus dikatakan menjadi salah satu dari tiga Tuhan. Paul, yang tak pernah bertemu Yesus atau melihatnnya selagi hidup, adalah orang pertama yang mengajarkan konsep ini, dan sejalan dengan waktu, konsep ini dianut resmi oleh gereja-gereja Kristen.


Akan tetapi, pada waktu itu, masih ada umat kristen monoteistik yang menentang perubahan dalam agama. Mereka menentang ajaran baru tentang ketuhanan Yesus, dengan kukuh meyakini ajarannya bahwa Yesus adalah seorang nabi. Lama setelah Yesus tiada, kompilasi Alkitab dimulai, dan kitab ini mengalami banyak perubahan, menghasilkan beberapa versi yang masih digunakan saat ini. Namun tak satupun mengandung ajaran Yesus yang lengkap dan akurat. Alkitab ini digunakan untuk mengajarkan ketuhanan Yesus, meskipun Yesus tidak pernah menyaksikan atau mengawasi penyusunannya, bahkan dia tidak ada didunia ketika ketuhanannya diajarkan. Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinhya sebagai tuhan.


Ketika Muhammad, nabi dan utusan terakhir yang dikirim Tuhan kepada umat manusia, datang untuk mengajak umat kembali kepada agama yang diajarkan Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, orang-orang segala bangsa, ras, bidaya, dan agama, termasuk Kristen dan Yahudi, menerima ajarannya, dan islam menjadi agama yang tumbuh paling pesat di dunia dan tetap demikian sampai hari ini. Akan tetapi, seperti sebagian orang yahudi pada zaman Yesus, sebagian orang menolak Nabi Muhammad sebagai utusan Tuhan dan terus menyebarkan dan berpegang pada ajaran lama, yaitu agama Kristen. Dengan demikian, mereka menjadi kaum yang ingkar karena menolak utusan Tuhan.

Sebagian orang membuktikan ketuhanan Yesus dengan mengacu pada mukjizat yang diperbuatnya. Akan tetapi, semua utausan Tuhan mempertunjukkan mukjizat dengan izin Tuhan untuk membuktikan kebenaran ajaran dan bahwa mereka bukan nabi palsu. Bukti fakta ini masih bisa ditemukan dalam Alkitab, yang mengutip Yesus ketika bersabda, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Yohanes 4:48). Tuhan menegaskan dalam Al-Quran bahwa mukjizat hanyalah tanda-tanda dari Tuhan ketika Dia menyebutkan ucapan Isa, “Sesungguhanya, aku telah datang kepadamu dengna membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu…” (QS Ali Imran 3:49). “Ajaranku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu apakah ajaranku ini berasal dari Allah, ataukah dari diriku sendiri” (Yohanes 7:16-17).

“Dan aku datang bukan atas kehendakku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasaku?” (Yohanes 8:42-43). “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri (Yohanes 5:30). Bukankah mengherankan dan menyesatkan jika Tuhan yang Mahasuci dari kekeliruan, awalnya memberi tahu manusia melalui Nuh, Ibrahim, Musa, dan para Nabi lain bahwa menyembah-Nya semata adalah satu-satunya jalan ke syurga, tapi kemudian Dia berubah pikiran ketike mengirim Yesus nabi-Nya, dengan menyeru manusia untuk menyembah manusia disamping menyembah-Nya sebagai satu-satunya jalan ke syurga, padahal menurut pesan para nabi sebelumnya, itu adalah jalan ke neraka.

Barangkali mereka yang percaya pada perubahan pesan itu berarti menuduh Tuhan berdusta dan berubah ‘pikiran’, harus merujuk Alkitab yang masih memuat firman ini : “Allah bukan manusia, sehingga Dia berdusta, juga bukan anak manusian, sehingga Dia menyesal (Bilangan 23:19). Untuk menutup bagian ini, yang terbaik adalah dengan mengungkapkan firman Allah dalam kitab terakhirnya, Al-Quran : “Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu , janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS Ali Imran 3:60).

Dengan menjadi Muslim, setiap orang akan kembali kepada agama yang dimaksudkan Tuhan untuk setiap manusia, dan kembali kepada ajaran yang dipraktikkan oleh Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad, serta para nabi dan rasul sebelumnya. Lebih jauh, dengan menjadi muslim, seseorang melakukan satu-stunya bentuk pengabdian atau penyembahan yang diterima Tuhan, Allah berfirman dalam Al-Quran yang terjemahannya sebagai berikut, “Barang siapa mencari agama selain Islam, maka dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi” (QS Ali Imran 3:85).

Jadi, alasan mengapa setiap orang harus menjadi Muslim menjadi jelas. Islam adalah satu-satunya jalan yang menjamin seseorang terhindar dari kerugian mutlak di akhirat, yaitu api neraka. Ketika seseorang menerima Islam dan mati dalam keadaan Muslim, dia dijamin masuk syurga. Sementara jika seseorang mati dalam keadaan bukan muslim, tempat kembalinya adalah neraka abadi, kalau dia pernah mendengar Islam pada masa hidupnya seorang muslim yang mati membawa dosa kemungkinan dimasukkan ke dalam neraka untuk pembersihan jika Allah menghendaki demikian, api dia tidak akan selamanya disana, karena sudah memenuhi persyaratan minimal yang ditentukan Tuhan bagi manusia untuk masuk syurga, yaitu mati dalam keadaan Islam. Sebaliknya, tak peduli betapapun baiknya perilaku seorang nonmuslim, betapapun dia mengaku mencintai Allah, dia tak akan pernah masuk syurga, karena penerimaan akan keberadaan Tuhan dan pengakuan cinta kepada-Nya saja tidak cukup untuk mendapatkan pengampunan Tuhan, seperti difirmankan dalam Al-Quran, “katakanlah (Muhammad): ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Ali Imran 3:31)


Tak ada kata terlambat untuk menjadi seorang muslim Karena tak seorang pun yang tahu kapan dia akan mati, dan menunda kesaksian akan membahayakan jiwanya. Apapun alasannya, islam tetap adalah satu-satunya agama yang benar.

Rabu, 28 Januari 2009

Be New You !!!

Mengapa harus be new you???

Ok…
Untuk tahu jawabannya, silahkan baca seterusnya…
Mulailah dari HATI…
Mengapa harus dimulai dari hati ??
Jawabannya adalah sebab hati adalah kendaraan yang paling disukai setan untuk berbuat maksiat dan dosa,,,

Nah lo????
Lanjuuuttt……

Menurut Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumidin, mengatakan bahwa hati mengandung tiga pengertian yakni:
  1. Hati adalah segumpal daging yang di dalamnya ada lubang dan di dalam lubang itu ada darah hitam (dalam ilmu kedokteran disebut liver)
  2. Hati adalah sesuatu yang halus (lathifah) dan bersifat ketuhanan (rabbaniyah)
  3. Hati adalah nafs yang di dalamnya terhimpun dalam berbagai jenis, yakni muthmainnah, lawwamah, dan ammarah bissuu’i.
Ternyata kondisi hati yang disebutkan pada poin ketiga di atas adalah kondisi hati yang mempengaruhi diri kita secara keseluruhan.
Menurut Ustadz Cahyadi Takariawan dan Uztadz Ghazali Mukri dalam Kitab Tazkiyah yang merupakan telaah kitab Al-Bahrur Ra’iq Zuhdi war Raqa’I tulisan Dr. Ahmad Farid, menyebutkan ada tiga jenis hati yaitu hati yang sehat (qalbun shahih), hati yang mati (qalbun mayyit), hati yang sakit (qalbun mariidh).
Tanda hati yang sehat adalah sebagai berikut. Hati yang selalu mencintai, bergantung, khidmat, merindukan, taat, dan berorientasi kepada Allah SWT. Selain itu, hati yang sehat selalu merasa sayang, jika ia menghamburkan waktu tidak untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ia bakal merasakan rugi
Tanda-tanda hati yang mati antara lain : hati yang tidak mengenal Allah SWT. Tidak menyembah kepada-Nya, serta hati yang tidak mencintai hal-hal yang diridhai dan dicintai-Nya. Ia selalu memperturutkan hawa nafsunya. Hidupnya hanya untuk selalu mencari kesenangan duniawi semata.
Tanda-tanda hati yang sakit adalah, hati yang hidup, tetapi dalam keadaan yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena meskipun ia mengenal dan mencintai Allah, namun ia selalu kesulitan bertobat dan kembali kepada-Nya akibat ia begitu mudah memperturutkan hawa nafsunya daripada memenuhi hak Allah. Kondisi hati yang ketiga ini adalah kondisi hati yang paling parah, berbahaya dan gawat jika tidak segera dikenali dan diobati.
Nah, sekarang, mari kita pelajari beberapa upaya untuk mencegah kematian hati. Yang pertama adalah dzikir kepada Allah, aktivitas ini dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah agar selalu dalam lindungan-Nya. Apalah artinya kita yang kecil ini jika tidak dilindungi Allah, salah satu manfaat dzikir ini yakni dapat menggantikan ketaatan-ketaatan kepada-Nya jika dilakukan secara rutin dan dapat menduduki kedudukan yang sama. Padahal semua perbuatan sunnah tidak bisa menggantikan posisi zikir kepada-Nya.
Berikutnya adalah membaca al-Qur’an dan menghafalnya,nah membaca al-Qur’an ini adalah zikir yang paling utama dan menjadi pengobat penyakit hati paling manjur. Untuk itu perbanyak baca al-Qur’an dan mengerti artinya sekaligus menghafalkannya, jangan biasakan diri membaca hal-hal yang kurang bermakna… apa aja yah yang kurang bermakna itu??? Hmmm teman-teman jawab sendiri ajha deh,,,
Yang ke tiga adalah perbanyak istigfar, istgfar adalah upaya untuk memohon ampunan dan magfirah dari Allah. Ibadah ini menunjukkan kemampuan seseorang yang dapat mengenali kesalahan, dosa, dan kemaksiatan yang telah dilakukannya sehingga timbul perasaan menyesal dan niatan kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
Yang ke empat adalah doa, doa merupakan ibadah yang tidak boleh dilupakan, semakin sering berdoa, maka semakin terpatri Allah dalam diri kita sehingga semakin dekat kita kepada-Nya. Seperti firman Allah dalam surah Al-Baqarah : 186. Baca sendiri yak… Nah selama ini kita telah tahu bahwa setelah berusaha, kita wajib berdoa. Doa yang dikabulkan adalah doa yang diucapkan sepenuh hati, diulang-ulang, bersabar dan tidak tergesa-gesa agar dikabulkan, memilih waktu makbul, dan makan makanan halal serta sehat.
Yang ke lima adalah shalawat kepada Rasulullah saw. Shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Antara lain dapat menambah kecintaan kepada beliau, memenuhi perintah Allah, memperoleh syafaatnya, jika dibarengi dengan memintakan beliau wasilah (kedudukan tinggi), dan menentrakan hati yang gelisah. Kadangkala kita merasakan hal yang satu ini, yakni gelisah, rasanya tak ada manusia yang tidak pernah mengalaminya, mau curhat ke teman, gengsi, takut kalo-kalo temannya ga bisa dipercaya, ke orang tua, malu. Nah sekarang kita dah tau ternyata shalawat bisa menenangkan hati yang gelisah, jadi kenapa masih bingung???
Yang terakhir adalah shalat malam (qiyamullail). Terjaga di tengah malam dan menunaikan ibadah shalat sunnah dapat membersihkan hati dari bermacam kotoran. Banyak sekali manfaat dari shalat malam ini. Tidak cukup kalo mesti dijelaskan satu-persatu disini, jadi teman-teman cari sendiri aja yak…
Temen-temen pasti bingung, mana si be new you nya???
Tenang, tenang
Sabar…
Kita lanjutkan di sesi berikutnya…
Ok???


Lanjuuut………

Mulailah dari hati !!!!!

Selain karena hati adalah kendaraan paling disukai setan untuk berbuat maksiat dan dosa, ternyata hati juga mungkin menjadi kendaraan bagi para malaikat untuk berbuat baik dan beramal saleh. Oleh karena itu,,, setiap saat malaikat dan setan berlomba untuk mendapatkan kendaraan tersebut.
Nah menurut Al-Ghazali, pintu terbesar hati yang membuat setan senang karena kita menuruti kemauannya adalah sebagai berikut
1. Marah dan nafsu syahwat
2. Iri, dengki, dan rakus

Akhirnya……
BE NEW YOU
Artinya, menjadi diri kamu yang baru
Jika dulu kita mempunyai kebiasaan cepat cemas, cepat putus asa, cepat khawatir, takut yang berlebihan, atau nggak PD-an, maka mestinya sekarang kita berupaya untuk meminimalkan perasaan itu, atau sebaliknya, sombong, suka meremehkan orang lain, mengagumi diri sendiri, suka membual, dan menyepelekan dosa-dosa kecilpun mesti kita tekan segera.
Caranya???
Psikolog muda Innah Muthmainnah mengatakan, bahwa untuk menjadi manusia baru, tenyata ada langkah-langkah komprehensif yang menyeluruh. Seluruh aspek dari diri kita, yakni unsur ruhiyah yang diwakili hati, unsur fikriyah yang diwakili otak, dan unsur jasadi yang diwakili tubuh harus secara menyeluruh diarahkan pada nilai-nilai dan aturan islam.
Untuk lebih jelasnya cobalah untuk mempraktikkan aktivitas dibawah ini
  • Mu’ahadah
Yaitu aktivitas mengingat-ingat perjanjian dengan Allah. Tahu kan yang namanya janji? Janji adalah sesuatu yang membuat kita terikat. Setiap saat kita membuat perjanjian dengan Allah, misalnya saja dalam shalat, kita baca “Inna shalaati,wa nusuuki wa mahyaaya wamaa maatilillahi rabbil ‘alamiin… sesungguhnya shalatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku adalah semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam…”
Artinya dalam shalat itu, kita benar-benar berjanji, bahwa segala macam hal yang kita lakukuan, semata-mata untuk Allah. Dan yang namanya janji itu adalah utang artinya enggak boleh terlupa… Oc???
  • Muraqabah
Adalah aktivitas menghadirkan keyakinan bahwa Allah senantiasa melihat kita, menyertai, dan mendengar seluruh perkataan bahkan desiran hati kita. Dimanapun, apapun, kapanpun, siapapun, dan bagaimanapun kita. Allah ternyata mengawasi kita. Maka mulailah dengan meneliti niat kita setiap akan melakukan sesuatu dan segera bertaubat ketika kita sadar melekukan kesalahan.
  • Muhasabah
Menghitung-hitung diri apakah hari ini kita banyak n=beramal ataukah banyak bermaksiat. Jika maksiat itu kredit, coba deh bikin neraca. Terus kita lihat saldonnya. So buruan tengok lembaran diarymu, adakah lembar kemaksiatanmu lebih baik daripada keteledoranmu? Jika saldonya negatif…duuuh kasiaaann deh…
  • Mu’aqabah
Menghukum diri sendiri. Jika dalam catatanmu banyak terdapat kesalahan, keburukan, dan dosa maka janganlah segan-segan menghukum diri sendiri dengan hukuman yang mendekatkan kepada Allah. Misalnya baca Al-Qur’an lebih banyak atau berinfak lebih dari biasanya.
  • Mujahadah
Bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan-amalan saleh. Serius pantang mundur, dan nggak pernah putus asa.


Akhirnya…
Teman-teman yang saya cintai,,, seluruh aktivitas pembersihan hati ini rasanya tidak mungkin kita lakukan sendiri dan dalam jangka waktu yang pendek, butuh teman dan butuh proses, sebab seseorang yang sendirian lebih mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang buruk daripada yang baik. Oleh karena itu, aktivitas pembersihan hati ini mestinya dilakukan dengan teman lain atau bersama seseorang yang bisa membimbing kita. Untuk itu segeralah mencari sekelompok orang shaleh yang berada di dekatmu, teman kerohanian islam, aktivitas mesjid di dekat rumahmu, atau pusat-pusat kajian keislaman. Dan yang paling penting adalah kemauan untuk berubah, sehingga saat jenuh, ada motivasi untuk diri sendiri, karena proses ini membutuhkan waktu yang lama… Yuk, segera diawali sebelum terlambat, karena “PERUBAHAN ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN”.

(sebagian besar dikutip dari buku Be New You, Jurus Biar Gak Jadi Jutek, karya Izzatul Jannah)












Lihat Juga